Home / Headline / Konferwil PWNU Lahirkan Pemimpin Baru NU Sultra Periode 2017-2022
Konferwil PWNU Lahirkan Pemimpin Baru NU Sultra Periode 2017-2022

Konferwil PWNU Lahirkan Pemimpin Baru NU Sultra Periode 2017-2022

Suarasultra.com, Kendari – Konferwil PWNU ( Konfrensi Wilayah pengurus Wilayah Nahdatul Ulama ) Sulawesi Tenggara bertempat di Auala Hotel Plaza Kubra Kendari berlangsung dengan hikmat.Walaupun sempat terjadi ketegangan namun akhirnya berhasil melahirkan Rais Surya dan Ketua Tanfidziyah yang baru pada Minggu dini hari tadi ( 18/3/2017 ).

“Perbedaan pendapat itu biasa dalan forum-forum seperti ini, namun saya fikir kita harus kembali pada para Kiyai sepuh kita, apa yang menjadi keputusan pada malam ini harus kita terima dengan lapang dada, disinilah kita akan melihat, mana yang ideologis dengan NU dan mana yang tidak, mana yang masih menghargai para kiyai sepuh dan mana yang tidak,” ungkap Andi Sahibuddin di sela-sela penutupan kegiatan.

Perdebatan panjang terjadi dalam prosesi pembahasan kriteria calon Ketua Tanfidziyah tentang batasan umur calon ketua. Pro dan kontra terjadi akibat ketidak sepakatan beberapa peserta akan rumusan panitia konferwil yang mengharuskan calon ketua harus berumur minimal 45 tahun.

Akibatnya, beberapa cabang memilih walk out dari sidang, yang terdiri dari Muna Barat, Konsel, Konawe, Bombana (hanya Tanfidz), dan Wakatobi (hanya Tanfidz). Sementara Kendari tidak hadir.

“Dalam keritaria seharusnya tidak ada batasan usia karena ini bertabrakan dengan AD/ART karena dalam AD/ART tidak ditetapka persoalan batasan usia,” ucap salah seorang peserta sidang.

Namun hal ini dibantah oleh peserta lainnya sehingga menjadi prdebatan alot.”Batasan usia itu penting, karena dalam banom NU lainnya diatur masalah batasan usia.Sederhananya, tidak mungkin orang tua akan mencium tangan anak-anaknya dan justru ini tidak melangar AD/ART karena tidak diatur, sehingga dalam musyawarah seperti inilah ditetapkan,” bantah peserta yang lain.

Sidang yang sebelumnya dihadiri oleh 9 cabang, kemudian dilanjutkan kembali dengan melibatkan beberapa cabang yang masih memilih melanjutkan sidang yakni Cabang Baubau, Kolaka, Kolaka Utara, Buton, Muna, Konkep, Konut, Butur, Koltim dan Wakatobi (Rais Surya).

Pemilihan Rais Surya dan Ketua Tanfidziyah ini akhirnya menetapkan KH. Riha Madi sebagai Rais Surya dan Drs. KH. Muslim sebagai Ketua Tanfidziyah periode 2017-2022 secara aklamasi.

Dalam Konferwil ini juga, untuk pertama kalinya PMII di ikut sertakan sebagai peserta karena merujuk pada Muktamar NU ke-33 di Jombang kemarin sehingga kembali memasukan PMII sebagai Banom NU.

Dalam hal ini, PKC PMII Sultra mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya kegiatan konferwil ini dan juga atas terpilihnya pimpinan PWNU yang baru.

Ketua PKC PMII Sultra, Muhiddin Nur mengatakan Ini untuk pertama kalinya PKC PMII Sultra dilibatkan sebagai peserta dalam acara konferwil PWNU.

Menurutnya hal ini mengingat pernyataan independensi PMII pada Deklarasi Munarjati.Namun sekarang kembali dimasukan kedalam banom NU pada Muktamar NU ke-33 kemarin.

“Selamat atas terpilihnya KH. Riha Madi sebagai Rais Surya PWNU Sultra dan Drs. KH. Muslim sebagai Ketua Tanfidziyah-nya. Kebanggan terbesar kami, karena beliau-beliau ini merupakan kader terbaik PMII yang sekarang telah menjadi sepuh dan tauladan kami sebagai anak-anak muda NU, semoga dalam kepengurusan kedepan dapat berjalan lancar dan sukses,” harapnya.

Setelah peroses Konferwil PWNU menetapkan calon terpilih ini kemudian ditutup dengan hikmat dengan pembacaan do’a oleh KH. Muhdar Bintang, eksKakanwil Sultra.(MN/RED)

 

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top