Home / Pendidikan & Kesehatan / Dosen FKIP UMK Kembali Gelar Pelatihan Buat Ibu Rumah Tangga
Make Image responsive

Dosen FKIP UMK Kembali Gelar Pelatihan Buat Ibu Rumah Tangga

Ketgam:Tampak Ibu-ibu yang Sedang Mengikuti Pelatihan Membuat Bunga dengan Menggunakan Bekas Rak Telur, dan Nampak Rahmawati (Kanan) yang Sedang Memberikan Pelatihan. FOTO : Adam

SUARASULTRA.COM, KENDARI – Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Univesitas Muhammadiyah Kendari (UMK) tak henti-hentinya menggelar pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga agar dapat memanfaatkan barang bekas, sehingga memiliki nilai jual.

 

Dosen FKIP UMK itu melaksanakan pelatihan dengan memanfaatkan bekas rak telur untuk merangkai atau membuat bunga. Pelatihan ini sendiri dilaksanakan di kediaman Hasmira yang diikuti oleh kelompok ibu-ibu Dasa Wisma Kencana dan ibu-ibu PKK Kelurahan Lepo-Lepo Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh dosen Administrasi Pendidikan FKIP UMK yakni, Rahmawati M, S.Pd., M.Pd dan Ibu Hasma Nur Jaya, S.Pd., M.Si. Dan kegiatan pelatihan itu merupakan salah satu bentuk pengabdian yang diberikan kepada masyarakat.

 

Pelatihan tersebut didanai oleh LPPM UMK sebagai upaya mendukung kinerja dosen dalam mewujudkan Caturdarma UMK. Iptek bagi mayarakat ini bertujuan untuk memberi pelatihan dan membentuk masyarakat berjiwa wirausaha untuk menjadi masyarakat mandiri.

 

Diketahui, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan dalam 3 (Tiga) tahap, yakni tahap persiapan meliputi, observasi awal ke Kelurahan sasaran untuk mendapatkan informasi terkait potensi kreativitas Ibu-ibu yang dihasilkan masyarakat sekitar, namun belum secara optimal dikembangkan.

 

Kemudian tahap penyiapan bahan serta alat pelatihan meliputi, menyiapkan materi pelatihan, penyiapan alat dan pembelian bahan pelatihan, dan yang terakhir tahap pelatihan meliputi, penyiapan tempat pelatihan, pembuatan media jadi berupa produk bunga hias dari rak telur yang akan dilatihkan.

 

Rahmawati mengatakan, sesuai dengan rancangan, pada tahap awal pelatihan peserta diberikan semacam pembekalan oleh instruktur tentang pemanfaatan bahan bekas, khususnya rak telur, cara pemotongan atau pembentukkan rak telur tersebut.

 

Lebih lanjut, pengenalan bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan dalam pembuatan bunga dari bahan bekas rak telur sesuai jenis rangkaian bunga yang akan dibuat.

 

“Setelah itu, kami menjelaskan tahapan-tahapan pelaksanaan pembuatan sesuai cara yang telah diberikan kepada masing-masing peserta. Pelatihan pembuatan bunga dari bahan bekas rak telur dilakukan secara berkelompok didampingi oleh instruktur hingga pelatihan selesai,” katanya saat menyampaikan kepada Ibu-ibu yang mengikuti pelatihan, Kamis, (08/02).

 

Di tempat yang sama, Hasma Nur Jaya menuturkan, dari hasil pengamatan instruktur, peserta pelatihan menunjukkan antusiasme dan berperan aktif dalam kegiatan pelatihan.

 

Hal ini terlihat dari respon, semangat peserta untuk bertanya, memberi masukan, dan berusaha membuat bunga dari bahan bekas rak telur yang dilatihkan sesuai langkah-langkah yang telah diberikan dan menghasilkan produk yang sesuai dengan kriteria.

 

Hasil kegiatan pengabdian itu kata dia menunjukkan seluruh peserta dalam pelatihan menyelesaikan produk bunga berbahan dasar bekas rak telur dengan hasil yang memuaskan.

 

“Kegiatan ini kami harapkan dapat berkelanjutan dengan program yang lain lagi, seperti barang bekas lainnya. Dan kegiatan ini sangat diperlukan oleh masyarakat untuk meningkatkan keterampilan yang nantinya sebagai bekal hidup,” ujarnya.

 

 

Laporan : Adam

 

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top